Home
Berita


Indonesia di APICTA Awards

Tahun Negara Prestasi Organisasi Hasil Karya Kategori
APICTA 2016 Taipei, Merit SMP Negeri 1Surabaya ASEEK School Project
Merit

Telkom University

Hoome Tertiary Student Project
Merit Telkom University Jantung Tertiary Student Project
APICTA 2015 Colombo, Sri Lanka Merit PT Dua Empat Tujuh HGrid 247 (hadoop Grid BIG DATA Processing) Application Tools & Platforms
Merit PT Eyro Digital Teknologi Cubeacon Communication
Merit SMA Negeri 1 Gresik Blind Helper School Project
Merit SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya Secure Bag School Project
Merit Electronics Engineering Polytechnic Institute of Surabaya (PENS) RoboViper (Robotics Visual Programmer) Tertiary Student Project
APICTA 2014 Jakarta, Indonesia Merit SMK Islam Al-Muhajirin My Spensav School Project
Merit Regol 10 Elementary School Saron Simulator School Project
Merit Senior High School 1 Sidoarjo SEAT (School Electricity Assistant) School Project
Merit Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 2-in-1 Diamon Tertiary Student Project
Merit Telkom University MonTrash Tertiary Student Project
Merit Del Institute of Technology The Lake Rescuer, Pora Tertiary Student Project
APICTA 2013 Hong Kong Winner SMAN 28 Jakarta Vorebot, Flood Solver Robot School Project
Merit Rolling Glory, Bandung The Great Adventure of Botchi: Colors e-learning
Merit SMAN 3 Semarang APASAJA (Aplikasi Sastra dan Aksara Jawa) School Project
Merit SMKN 4 Bandung MatrikSoft Security Care School Project
Merit Institut Teknologi Bandung Spyder’s Web Tertiary Student Project
APICTA 2012 Brunei, Darussalam Winner Universitas Gadjah Mada LexiPal-Aplikasi Terapi Dyslexia berbasis Kinect Tertiary Student Project
Winner PT DREAMBENDER INDONESIA AKSARA e-Inclusion and e-Community
Merit Kuassa DSP and Audio Software New Media and Entertainment
Merit Universitas Gadjah Mada eMart Tertiary Student Project
Merit Fakultas Ilmu Komputer  UI VEDA - SmartHome & Energy Monitoring Tertiary Student Project
Merit SMKN 4 Bandung SecureX Secondary Student Project
Merit SMAN 1 Sidoarjo Edunesia.org    Inovasi Situs Web Edukasi Secondary Student Project
APICTA 2011 Pattaya, Thailand Winner Institut Teknologi Telkom ISARA e-Inclusions and e-Community
Merit SMP Intan Permata Hati, Surabaya Suroboyo Secondary Student Project
Merit Institut Teknologi Bandung Virtual Pet Tertiary Student Project
Merit Institut Teknologi TELKOM Sparkins: Read-Write System for Blind People Tertiary Student Project
APICTA 2010 Kuala Lumpur,  Malaysia Winner Fahma Waluya Rosmansyah My mom's mobile phone as my sister's tutor Secondary Student Project
APICTA 2009 Melbourne, Australia Merit SMA Negeri 39 Jakarta KardinaL ( Kamus Tradisional Online ) Secondary Student Project
Merit Sekolah Victory Plus, Beksi Pengunci Komputer Secondary Student Project
Merit Institut Teknologi Bandung MOSES (Malaria Observation System and Endemic Surveillance) Tertiary Student Project
Merit Bina Nusantara University MLM for The Blind Tertiary Student Project
APICTA 2008 Jakarta, Indonesia Winner PT. Dama Persada Xirka – WiMax Baseband Processor Communication
Winner PT. Sqiva Sistem Sqiva Reservation and Distribution System v2 e-Logistics and Suppy Chain
Winner Pixel People Projec Research & Design for JBatik  (Open Source SW) Tourism and Hospitality
Merit SMA Negeri 4 – Denpasar Peradnya Steganography Secondary Student Project
APICTA 2007 Singapore Merit Surabaya Institute of Technology Electrical Engineering Human Computer Interface using Eye Movement Tertiary Student Project
APICTA 2006 Macao, S.A.R. Merit PT Pesona Edukasi Amazing Physics & Amazing Mathematics Education and Training
Merit PT Sqiva Sistem AWAN Reservation System Start-Up Company
APICTA 2005 Chaingmai, Thailand Special Mention PT Realta Chakradarma GRAMS (Golf and Resort Management Systems) Tourism & Hospitality
APICTA 2004 Hongkong, S.A.R Merit Bina Nusantara University Smart Navigator: Integrated Solution for Shopping Centre Using       Microsoft.net Web Services General Application
APICTA 2003 Bangkok, Thailand Merit Fasilkom Universitas Indonesia Implementasi Protokol JXTA Dalam Pengembangan Aplikasi SmartHome Appliances dengan Akses Global Peer-To-Peer Networking Tertiary Student Project
APICTA 2002 Kuala Lumpur, Malaysia Winner Fasilkom Universitas Indonesia Federated Residential Gateway for connected Lifestyle Research & Development
Merit PT Patra Nusa Data Petroleum Exploration & Production Metadata Base (INAMETA) Industrial Applicatioms
Merit PT Realta Chakradarma Rhapsody Tourism & Hospitality
APICTA 2001 Kuala Lumpur, Malaysia Merit PT Realta Chakradarma Rhapsody Tourism & Hospitality
Merit PT Sigma Cipta Caraka Alphabits

Business Applications & E-Commerce

 

 

APICTA - Winner and Merit by Economy

APICTA 2016 Taipei 2015 Sri Lanka 2014 Indonesia 2013 Hong Kong 2012 Brunei Total
Economy Winner Merit Winner Merit Winner Merit Winner Merit Winner Merit Winner Merit
Australia 1 4 1 4 3 3 1 3 3 2 9 16
Bangladesh 0 1
Brunei 0 2 0 3 0 3 0 2 1 4 1 14
China 0 1 0 2 0 0 1 1 1 4
Chinese Taipei 7 12 4 2 2 5 3 0 16 19
Hong Kong 3 7 1 9 3 7 4 12 5 7 16 42
Indonesia 0 3 0 5 0 8 1 4 0 4 1 24
Macao 0 2 0 1 0 3 0 1 0 2 0 9
Malaysia 2 6 3 5 2 6 3 4 1 9 11 30
Myanmar 0 1
Pakistan 3 6 3 1 2 3 0 4 0 4 8 18
Singapore 1 7 0 8 1 4 2 1 3 2 7 22
Sri Lanka 1 6 2 5 1 3 0 6 0 4 4 24
Thailand 1 7 2 3 3 4 2 5 2 2 10 21
Vietnam 0 0 0 1

   

Pengalaman dan Kiat Membangun Bisnis ICT di Indonesia

Pada tanggal 16 Februari 2012, bertempat di Gedung Pesona Edu, Gondangdia Lama, Menteng, Jakarta Pusat, ASPILUKI mengadakan Lokakarya dengan tema Pengalaman dan Kiat Membangun Bisnis ICT di Indonesia. Narasumbernya adalah pimpinan dari 2 anggota ASPILUKI yaitu Bpk. Toto Sugiri (PT Indonet) dan Bpk. Hary Candra (PT Pesona Edukasi).

Berikut ini adalah pengalaman dan kiat para narasumber yang telah berkecimpung di bidangnya masing-masing selama lebih dari 20 tahun.

Bpk. Toto Sugiri:


Pada awal terjun ke bisnis software, motivasi pak Toto adalah ingin membuat sesuatu yang bermanfaat. Misalnya bagaimana teller bank bisa pulang lebih cepat. Ketika fungsi itu sudah dipenuhi, maka akan muncul kebutuhan baru, dan demikian seterusnya.

Setelah membangun aplikasi perbankan, ambisi pak Toto untuk mengembangkan software Indonesia diwujudkan dengan membangun Bali Camp.

Ketika ditanya jika waktu bisa diputar kembali, perubahan apa yang akan ia lakukan, beliau menjawab, “belajar dari pengalaman menjalankan Bali Camp... saya akan mulai usaha di luar Indonesia, di suatu negara yang business environmentnya lebih kondusif dan didukung oleh pemerintah. Setelah sukses dan dikenal, baru saya akan pindahkan usaha tsb ke Indonesia”.

 

Selain itu, dari pengalamannya, pak Toto melihat bahwa dalam hal pengembangan software lokal, potensi orang Indonesia yang seharusnya di manfaatkan adalah kemampuan artistik. Namun, untuk mengubah potensi itu menjadi suatu keunggulan yang bisa dijual, diperlukan sekolah yang bermutu untuk membina SDMnya.


Dalam hal masalah sumber daya di perusahaan software kecil, dimana tenaga yang setelah pintar kemudian pindah, saran pak Toto adalah dibuat SOP yang efektif sehingga waktu training untuk SDM baru bisa lebih singkat.

Bpk. Hary Candra:

Petunjuk dari pak Hary untuk wirausahawan Indonesia, yaitu: bangun usaha di mana ada minimal kompetisi, berani tampil beda (dare to be different), berani membuat perubahan ( dare to change).

Pak Hary memilih usaha software pendidikan karena menyadari tidak mungkin bisa melawan Disney atau Dora Emon yang sudah sangat kuat dan terkenal. Pelaku bisnis software pendidikan tidak ada yang sangat dominan sehingga lebih mudah untuk berkembang.

Salah satu titik keberhasilan yang penting : setelah melewati 3 kali sertifikasi, Departemen Pendidikan Singapura akhirnya memilih software fisika Pesona Edu untuk dipakai oleh semua sekolah menengah pertama di Singapura. Keunggulan software fisika ini adalah antara lain bisa mengakomodasi percobaan yang tidak mungkin dilakukan secara fisik.

Tantangan yang di hadapi : saat ini Pesona Edu baru bisa memenuhi 60% dari permintaan Dep. Pendidikan Singapura tersebut. Beberapa pembuat software lokal yang di ajak kerjasama ternyata kurang antusias mengambil peluang ini karena merasa lebih berminat dan lebih mudah mengerjakan software untuk game. Padahal sebenarnya kesempatan untuk sukses sangat kecil, karena harus bersaing dengan perusahaan game software yang sudah menguasai pasar global.

Ada kekhawatiran bahwa SDM muda kita cenderung cepat puas, dan bersikap untuk apa susah-susah menciptakan ide baru kalau bisa menjiplak atau ikut-ikutan trend. Dalam era pasar global, keberhasilan wirausahawan software bergantung kepada keberaniannya untuk tampil beda, memilih peluang yang belum digarap/diminati oleh banyak orang.

Dalam hal ini, pak Hary sangat menyayangi bahwa belum ada arahan yang spesifik dari pemerintah mengenai fokus industri yang ingin dikembangkan dan kurangnya data yang akurat. Oleh karena itu, wirausahawan harus pandai menentukan bidang usaha yang sesuai dengan modal keunggulan, keahlian, sarana yang dimiliki. Ini sangat penting selain untuk berhasil juga untuk mempertahankan keberhasilan tersebut.

Pak Toto dan Pak Hary sama-sama setuju bahwa wirausahawan harus berpikir jauh ke depan dan perlu membangun keahlian dan keunggulan melalui management of challenges.

Misalnya usaha untuk mengatasi kekurangan SDM.

Tersedianya SDM yang berkualitas merupakan faktor yang penting untuk memajukan industri software lokal.

Idealnya, sejak pendidikan dasar, anak-anak telah diperkenalkan dengan bidang pekerjaan yang ada, sehingga mereka memiliki visi dan cita-cita, bisa termotivasi dan tahu apa yang mereka bisa persiapkan. Fenomena ini bisa dilihat dalam pemilihan jurusan di perguruan tinggi. Jurusan Bisnis dan Ekonomi sangat populer, dan sebaliknya, jurusan matematika dan statistik tidak populer. Padahal, untuk pembangunan software, diperlukan lebih banyak lulusan matematika dan statistik.

Sebagai akhir kata, dengan penduduk yang sangat besar jumlahnya, salah satu peluang utama bagi industri software lokal adalah pengembangan aplikasi yang dapat memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia.

 
APICTA ( Asia Pacific ICT Awards) adalah program penghargaan internasional yang diselenggarakan bagi para wirausahawan, mahasiswa dan pelajar untuk menampilkan hasil karya yang inovatif dan kreatif di bidang Teknologi Informasi Komunikasi (TIK). Ajang lomba ini juga untuk menemukan hasil karya unggulan yang bisa menjadi tolok ukur dan pemacu kemajuan dan pengembangan manfaat hasil karya TIK bagi masyarakat umum.
APICTA diadakan setiap tahun sejak tahun 2001 dan APICTA 2011 diadakan pada tanggal 8-11 Nopember 2011 di Pattaya, Thailand.
ASPILUKI mendapat dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk mengirim 19 tim yang telah diseleksi oleh ASPILUKI, untuk mengikuti 11 dari 17 kategori yang dipertandingkan di APICTA 2011.
Hasilnya adalah:
Hasil Karya Organisasi Kategori Prestasi
Isara Institut Teknologi Telkom e-Inclusions e Community Winner
Sparskins Institut Teknologi Telkom Tertiary Student Project Merit
Virtual Pet Institut Teknologi Bandung Tertiary Student Project Merit
Suroboyo SMP Intan Permata Hati Secondary Student Project Merit
Surabaya
Dalam tiap kategori dipilih 1 Winner (juara 1) dan 1 atau lebih Merit (juara2)
Read more...
 


Hubungi Kami

ASPILUKI

Asosiasi Peranti Lunak Telematika Indonesia

(Indonesia Telematics Software Association)

 

d/a   PT.  INDONET

Gedung Cyber, Lt. 8

Jl. Kuningan Barat No. 8

Mampang Prapatan

Jakarta Selatan 12710

Tlp.   021 93640738
+62  877 8466 8246

Email : aspiluki@indo.net.id
Website : www.aspiluki.or.id